Rekreasi Edukasi tentang Transportasi di Museum Angkut Malang dan Museum Dirgantara Jogja

Alat transportasi memang menjadi hal yang menarik bagi anak-anak. Benda besar dengan kemampuan untuk berpindah tempat dan mengantarkan orang juga barang.  Apalagi, kemajuan pengetahuan dan teknologi membuat perkembangan yang mengagumkan dari variasi alat transportasi tersebut. Maka tidak heran jika tempat wisata yang memajang aneka alat transportasi selalu ramai dikunjungi. Seperti Museum Angkut di area Jatim Park, Malang dan Museum Dirgantara di Jogja.


 

Museum Angkut, Malang

Sebenarnya Museum Angkut ini tidak benar-benar berada di Kota Malang, tapi sekitar dua puluh kilometer dari pusat Kota Malang tersebut yaitu di Kota Batu, tepatnya di area Jatim Park. Berada di atas lahan seluas hampir empat hektar, museum ini memiliki lebih dari tiga ratus koleksi angkutan. Dengan biaya masuk sebesar Rp120.000 untuk weekend dan peak season, pengalaman yang akan kita dan anak-anak dapatkan akan sepadan.

Masuk ke area Museum Angkut, kita akan disambut oleh jejeran kendaraan darat yang tersusun rapi di area indoor ber-AC. Juga ada robot transformer kuning yang menyambut tepat di tengah pintunya. Pelan-pelan menyusuru satu per satu kendaraan, kita bisa melihat aneka transportasi dari zaman sebelum kemerdekaan dulu hingga mobil modern yang munculnya sering di layar kaca. Kita pun bisa membandingkan, mobil dulu dengan body yang memakan tempat hingga kini mobil dibuat dengan sangat ringkas dan efisien.


Lanjut ke lantai atas, bisa dengan eskalator ataupun lift, kita bisa melihat jajaran transportasi manual seperti andong ataupun pedati, lengkap dengan binatang (tiruan)-nya. Berbagai kendaraan balap juga dipamerkan disini. Bahkan kita juga bisa mencoba sensasi mengendarai kendaraan balap dengan teknologi virtualnya. Area ini juga dibuat dengan membangun suasana balap sungguhan dengan jejeran gambar pembalap dunianya.

Belum puas di area indoor? Kita bisa ke area outdoor yang ada di bagian atas ataupun di bagian bawah. Di atas, ada berbagai pesawat yang dipertontonkan. Ada pesawat tempur hingga pesawat penumpang. Beberapa dari pesawat itu juga bisa kita naiki. Salah satu pesawat kepresidenan juga ada, bisa kita naiki, bahkan berfoto bersama dengan patung Bapak Habibi, presiden ketiga Republik Indonesia yang terkenal akan jasanya dibidang aviasi. 

Area outdoor dibawah, kita disuguhkan dengan pemandangan kiri kanan pertokoan yang cukup instagramable. Lengkap dengan hiasan lampion diatasnya. Dengan sejuknya suasana di Kota Batu, berjalan-jalan di area ini benar-benar menyenangkan. Melihat area yang ditata apik, membawa pikiran kita berkelana ke kota-kota bahkan negara-negara lain. Pada hari dan jam tertentu juga ada penampilan langsung di panggung outdoor yang disediakan. Bahkan ada pula area yang disulap demikian rupa dengan atribut khas berbagai negara di dunia. Ini akan sangat menyenangkan apalagi untuk anak-anak. Jadi mereka bukan hanya belajar tentang beragam alat transportasi tapi juga mengenal negara-negara di dunia. 


Dengan adanya area food court, kita bisa mengisi perut sebelum kembali berjalan kaki. Jadi bisa menghabiskan waktu seharian di sini. Menjajaki wilayahnya yang sangat luas, berjalan-jalan santai menikmati pemandangan dan sejuknya udara, tahu-tahu sudah berjam-jam saja kita berada di sana. Memang paling baik, tidak memadatkan jadwal liburan dengan menambah tempat wisata lain di hari yang sama dengan museum angkut, karena selain jadinya kurang santai, jikapun masih ada waktu tersisa, akan cukup melelahkan khususnya bagi anak-anak untuk melanjutkan perjalanan lainnya. 

Baca Juga: Itinerary Lengkap, Panduan Liburan Keluarga ke Malang

 

 

Museum Dirgantara, Jogja

Jogjakarta juga punya museum transportasi. Berbeda dengan Museum Angkut yang dikelola swasta, pengelolaan Museum Dirgantara Mandala dilakukan oleh TNI-AU (Tentara Nasional Indonesia - Angkatan Udara) di wilayah mereka, tepatnya di Kompleks Pangkalan Udara Adi Sucipto di Kec. Depok, Kab. Sleman, DIY. Museum ini buka setiap hari dari pukul 08.30 - 16.00. Dalam pemberitahuan sebelumnya, pengunjung yang ingin datang perlu melakukan reservasi terlebih dahulu (H-1) ke nomor whatsapp 087710297780 untuk ketertiban bersama. 

Untuk masuk ke museum ini, kita perlu masuk terlebih dahulu ke area kompleks AU dari pintu Jl. Janti. Dari sana bisa lurus lalu mengarah ke kiri, sesuai dengan rambu dan petunjuk yang disediakan. Sampai di area museum, akan ada parkiran yang sangat luas lengkap dengan pepohonan rindang, jadi tidak perlu khawatir kendaraan kita akan kepanasan. Tiket masuknya cukup murah, yaitu hanya Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir mobil pribadi Rp5000 saja.



Area pertama yang kita masuki adalah area indoor yang berisi berbagai miniatur pesawat dan berbagai perlengkapan yang dibutuhkan untuk terbang khususnya dalam agenda TNI. Lalu, ada berbagai patung yang dibungkus dengan seragam TNI dari waktu ke waktu, lengkap dengan atribut dan keterangan untuk keperluan apa saja. Foto-foto dan seragam berserta perlengkapan para pahlawan juga ada, seperti Bapak Adi Sucipto, Bapak Adi Sumarmo, Bapak Abdulrachman Saleh, Bapak Halim Perdana Kusuma, dll. Juga dituliskan kisah perjuangan mereka masing-masing. Bukan hanya anak, kita juga jadi banyak belajar.

Karena ini museum dirgantara, tentunya alat transportasi yang banyak dipamerkan adalah alat transpotasi udara atau pesawat. Ternyata ada banyak sekali jenis pesawat ya. Lengkap dengan keterangan nama, asal dan tahun pembuatannya. Koleksi pesawat-pesawat ini berada di area indoor dan outdoor. Kita bisa bebas berfoto di setiap sudutnya, bahkan beberapa pesawat juga bisa kita naiki hingga ke area pengendalinya. Ada juga jasa foto yang ditawarkan dengan atribut baju dan helm pilot untuk anak-anak, denan biaya langsung cetak sekitar Rp25.000. Hanya saja untuk area indoor di sini, mesin pendingin tidak mampu mengalahkan cuaca Jogja yang tidak sesejuk di Malang.  


Untuk di area outdoornya, anak-anak bisa berlarian kesana-kemari karena dilengkapi dengan rumput dan pepohonan yang rindang, sehingga cukup nyaman untuk berjalan-jalan di sini. Mayoritas pesawat adalah peralatan yang pernah digunakan oleh TNI-AU untuk berbagai keperluan dahulu. Semua dipajang lengkap. Ini akan menjadi perjalanan yang cukup menyenangan untuk anak-anak. Karena areanya tidak seluas museum angkut, jadi cukup luangkan setengah hari untuk menghabiskan waktu di sini.

Nah, sekian rangkuman dari destinasi museum alat transportasi yang bisa menjadi pilihan untuk dikunjungi bersama anak-anak. Ini jenis museum yang akan menarik minat anak karena alat transportasi cukup dekat dengan kehidupan mereka, apalagi areanya yang luas memungkinkan mereka untuk menyalurkan energi dengan berjalan ataupun berlarian. Selamat berlibur!



Salam, Nasha

0 Comentarios

Mau nanya atau sharing, bisa disini!