Sebagai salah satu barang untuk memudahkan hidup dan menunjang penampilan, kita sering kali punya banyak pertimbangan dalam memilih tas. Buatku, pertimbangannya tidak termasuk merk atau model tertentu, tapi kualitas dan ketahanannya. Aku lebih memilih tas dengan model yang longlasting dan bahan yang kuat sehingga bisa digunakan dalam waktu yang lama. Sejauh ini, pilihan terbaik adalah yang berbahan kulit asli, tentu setelah mempertimbangkan berbagai kelebihan dan kekurangan serta pro dan kontranya. Untuk mendapatkannya, tidak perlu cari jauh-jauh, karena produsen lokal pun sudah banyak mengeluarkan produk tas dari bahan kulit asli.
Kenapa Kulit Asli?
Pertanyaan mendasar mungkin adalah kenapa. Kenapa kulit asli? Kenapa bukan kulit sintetis aja. Kembali lagi ini ke pertimbangan awal kita memilih tas, dengan kekurangan dan kelebihan dari masing-masing bahan.
Kulit asli di sini maksudnya adalah bahan tas yang berasal dari kulit sapi, (mungkin ada juga yang kambing ataupun domba) yang sudah melalui berbagai proses sehingga bisa digunakan untuk tas. Nah, dalam pemilihan bagian kulit yang digunakan, bahan kulit tersebut biasanya dibedakan atas full grain leather, top grain leather, dan genuine leather. Singkatnya, klasifikasi ini berdasarkan dari bagian teratas ke bawah bahan. Di mana, bagian paling atas (full grain leather) adalah bagian terbaik yang memiliki serat kulit yang lengkap dan penuh. Ketahanannya pun yang terbaik, dibanding bagian yang lebih bawah.
Di pasaran, bahan yang paling mudah kita temui adalah genuine leather, bagian terbawah dari kulit, yang sebenarnya sudah tidak mengandung serat kulit sama sekali dan perlu lebih banyak proses agar bisa siap digunakan sebagai material bahan. Kelebihannya tentu harganya yang lebih terjangkau. Apalagi, mayoritas masyarakat tidak terlalu paham persoalan ini (termasuk saya), sehingga akhinya hanya memilih kulit asli yang sesuai dengan budget saja.
Nah, kenapa bersikeras dengan kulit asli meski hanya pada level terbawahnya? Kembali pada pertimbangan awal. Meskipun genuine leather, kualitasnya tetap lebih baik dibanding kulit sintetis. Kulit asli memiliki keunggulan utama yaitu ketahanan dan kekuatan. Ini penting untuk mereka yang memprioritaskan kualitas. Tampilannya pun lebih elegan dan timeless serta lebih nyaman di kulit. Kekurangannya, tas kulit asli lebih berat dibanding tas sintetis (yang umumnya terbuat dari campuran plastik) dan butuh perawatan esktra (seperti tempat penyimpanan dan pembersihan berkala).
Pro Kontra Dampaknya
Kontra terhadap bahan kulit asli kebanyakan berhubungan dengan isu kesejahteraan hewan dan lingkungan. Tidak bisa ditampik bahwa industri peternakan adalah penyumbang emisi terbesar secara global. Setidaknya, peternakan sapi menyumbang sekitar 14.5% emisi gas rumah kaca dunia (data FAO 2013, meski masih ada kajian ulang mengenai ketepatan angkanya). Lalu, tidak semua produsen peduli dengan proses yang dilalui agar kulit sapi tersebut bisa digunakan sebagai material tas. Tidak sedikit yang menggunakan zat kimia berbahaya yang mencemari lingkungan.
Hewan yang hidup dalam peternakan itu pun, tidak semuanya diperlakukan dengan layak. Secara umum, banyak yang menyoroti kesejateraan hewan ternak ini. termasuk sapi yang kulitnya digunakan sebagai material tas. Apalagi jika material tersebut berasal dari hewan eksotis seperti buaya atau ular; atau hewan-hewan lain yang dilindungi. Ini jelas ilegal.
Namun, faktor-faktor itu masih bisa dijawab dengan praktik produksi yang terstandardisasi. Kulit sapi yang digunakan adalah produk sampingan, yang memang berasal dari sapi potong di mana jika tidak dimanfaatkan justru bisa menjadi limbah. Peternakan sapi pun sudah banyak yang bisa memiliki sertfikasi sebagai bukti kegiatan ternaknya telah memenuhi standar kelayakan yang ditentukan. Begitu pula, sudah banyak produsen tas yang berkomitmen untuk menjaga lingkungan dengan menggunakan bahan nabati dalam pemrosesan kulit sehingga menjadi bahan kulit yang biodegradable. Terakhir, dengan rentang waktu pemakaian yang jauh lebih panjang, bahan kulit asli jelas menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dibanding kulit sintetis dengan masa pakai yang relatif singkat.
Sebagai konsumen, kitalah yang perlu bijak memilih, termasuk produsen mana yang paling sesuai dengan prinsip yang kita yakini. Memang seharusnya ada peran pemerintah dalam meregulasi praktik prduksi agar lebih ramah lingkungan, tapi jika pun masih belum ada, setidaknya kita bisa lebih banyak berusaha. Lebih banyak mencari tahu dan lebih panjang mempertimbangkan.
Pilihan Produsen Lokal Tas Kulit Asli
Memilih produsen lokal sebenarnya bukan hanya karena ini adalah upaya kita mendukung sesama warga, tapi karena kualitas produk yang mereka hasilkan juga sama baiknya. Dengan harga yang lebih terjangkau (salah satunya karena rantai distribusi yang lebih pendek), berbagai tas dari produsen lokal ini bisa banget jadi pilihan!
Rounn
Didirikan sejak tahun 2014, Rounn diciptakan untuk menjawab permintaan masyarakat akan produk yang classy dan unik. Dengan bahan kulit asli dan perhatian pada detail, Rounn diperuntukkan bagi mereka yang mencari produk eksklusif dan otentik. Tas-tas Rounn bisa digunakan dalam berbagai kesempatan baik itu formal ataupun harian.
Kenes Leather
Lahir di Jogja sebagai bentuk perwujudan dari produk kulit yang fungsional dan bernilai
estetika tinggi, Kenes mengusung desain yang elegan dan timeless. Semua produknya dikerjakan oleh pengrajin berpengalaman yang mengutamakan detail, kualitas bahan, serta kerapihan jahitan. Dengan begitu, diharapkan produknya dapat bertahan lama bagi pelanggannya.
Papillon
Papillon sudah menghadirkan produk kulit asli sejak tahun 1973 dari Bandung. Dengan keteguhan akan produk handmade kulit asli berkualitas, Papillon terus berinovasi dalam menciptakan produk yang menonjol dan terlihat mewah. Melalui sistem quality control yang ketat, produk Papillon terbukti dapat bertahan selama lebih dari sepuluh tahun.
Reven Leather
Dari Malang, ada tas kulit asli brand Reven, yang menambahkan unsur kebanggaan selain kualitas dan keawetan pada produknya. Dengan kulit sapi lokal yang diolah kreatif oleh pengharjin lokal pula, produk Raven siap menjadi pilihan tas yang bisa menambah kebanggaan pemakainya.
Garut Kulit
Dimulai dari usaha pembuatan jaket sejak 2012, usaha Garut Kulit kini sudah merambah ke berbagai produk kulit asli lain, salah satunya tas. Hingga pada 2015 berhasil mengekspor produk, lalu pada 2016 sudah terdaftar merk di HAKI, dan sejak 2018 produk Garutkulit sudah dikirimkan ke berbagai negara antara lain Amerika. Australia, serta Hong Kong.
Sendy Leather
Sendy Leather hadir sebagai produsen untuk memenuhi keinginan ibu-ibu dengan selera terkini dan mengutamakan kualitas, daya tahan, serta fungsional. Kulit yang digunakan oleh Sendy ini adalah kulit sapi asli dengan kualitas full grain dari sapi lokal java box. Selain itu, Sendy Leather juga memberikan garansi purna jual selama setahun penuh yang meliputi garansi jahiran, hardware, hingga ritsleting.
Nah, itu dia pertimbangan dalam memilih tas kulit asli dan rekomendasi brand lokalnya. Ingat, beli jika butuh, beli sesuai kebutuhan. Mau tidak berarti perlu. Mampu tidak berarti harus.
Salam, Nasha










