Itinerary dan Estimasi Biaya Weekend Getaway, Liburan di Solo 2 Hari 1 Malam

Dapat dikatakan bahwa Solo kini menjadi salah satu kota destinasi wisata. Banyak orang yang datang berkunjung ke Solo, untuk menikmati kulinernya, menjelajahi tempat-tempat wisata disekitarnya, atau sekedar menikmati lingkungan Solo yang nyaman ditinggali. Dengan banyaknya pilihan transportasi untuk sampai ke Solo mulai dari pesawat, kereta, mobil dengan akses tol, hingga krl dari Jogja; kini yang perlu dipastikan adalah apa saja sih yang bisa dilakukan di Kota Bengawan ini. Simak itinerary liburan di Solo berikut ini untuk mewujudkan weekend getaway di Solo!


Sekilas Solo

Sebagai seorang pendatang yang menghuni Solo beberapa tahun terakhir, saya cukup mengagumi kota ini. Dengan fasilitas pembangunan yang cukup lengkap, keetersediaan sarana dan prasarana, lalu jenis masakannya, biaya yang dikenakan, dan yang tak kalah penting adalah keramahan orang-orangnya. Untuk wisata, perlu diingat bahwa Solo ini tidak terletak dipesisir juga bukan di perbukitan, sehingga untuk berwisata ke area bukit kita akan diarahkan ke Tawangmangu sekitar dua jam perjalanan dari Solo. Kalau mau wisata pantai, adanya di Yogya atau Semarang sekalian. Lalu apa ya daya tarik Solo ini?

Hanya mengelilingi kotanya dan bersantai sejenak menjauh dari hiruk pikuk. Meskipun sudah mulai ramai, tapi Solo tidak berdesakan. Dengan jalan yang dibangun sudah lebar-lebar, kemacetan pun jarang terjadi. Berwisata disini, untuk saya, akan berputar di kuliner, wisata kebudayaan, batik, dan sesekali ke taman yang disediakan. Maka saya tidak menyarankan untuk terlalu lama berlibur di Solo, karena tidak banyak tempat yang bisa dikunjungi. Cocoknya sekitar dua atau tiga hari saja, sesuai dengan judulnya weekend getaway.  Tapi kalau memang ingin bersantai, menikmati kuliner-kulinernya, lalu menjelajah hingga kabupaten-kabupaten di sekitarnya juga bisa berlibur disini hingga seminggu lamanya. 

Nah, berikut rekomendasi itinerary untuk liburan di Solo selama dua hari!


WaktuKegiatanLokasiEst.   BiayaKeterangan
03.50 Stasiun Balapan  
04.25SubuhMasjid Syekh Zayed Buka pagi 04.00-08.00
06.00SarapanSoto TrisaktiRp25.000 
08.00WisataMuseum Radya Pustaka  
11.00WisataMuseum TumurunRp25.000 
12.30Makan   SiangKusuma Sari RestoRp50.000 
14.00Check in Hotel Rp300.000Penginapan tanpa sarapan
16.00WisataWaduk Cengklik  
 Makan   MalamCafe di area Waduk CengklikRp30.000 
19.30WisataPs. Malam Ngarsopuro  
  Angkringan Tiga TjeretRp30.000 
21.00Istirahat   
     
06.30Check   Out Hotel   
07.00SarapanSelat Solo Tenda BiruRp30.000 
 08.00KulinerPasar Gedhe Dimsum, TFP, Dawet, Oleh-oleh      
WisataAlun-alun Surakarta
 09.30BelanjaMandarijn Orion  
10.00WisataMangkunegaran  
 12.00Makan   SiangSate Kambing Pak MantoRp75.000Coba menu gule goreng      
 13.00KulinerSoerabi Notosuman
14.00BelanjaKampung Batik Laweyan
18.00Makan   MalamTimlo Kwali MangkunegaranRp25.000 
19.30 Stasiun   Balapan  


Sebagai catatan, itinerary tersebut dibuat dengan cukup padat, dengan hanya beristirahat satu malam saja. kegiatan juga dimulai dari pagi hingga malam hari. Untuk tempat yang dikunjungi, disesuaikan dengan rekomendasi bukan preferensi perorangan. Mungkin ada yang lebih tertarik ke toko batik saja tidak perlu ke museum. Bisa menyesuaikan. Biaya tersebut juga belum termasuk transportasi. Selanjutnya, saya akan membahas lebih rinci tentang masing-masing tempat tersebut, tapi ingat, ini hanya pendapat pribadi berdasarkan prefensi dan keterbatasan informasi saya.

Pertama, Masjid Syekh Zayed. Masjid ini memang patut dikunjungi dengan kemegahan bangunannya, tapi karena masih proses pembangunan jadi parkirannya belum begitu teratur dengan pengelolaan dari warga setempat. Biaya parkir per mobil biasanya sepuluh ribu. Pengelolaan didalamnya masih tergolong baik, dengan satu pintu masuk yang dilengkapi dua mesin x-ray, kita perlu antre sejenak jika pengunjung sedang ramai. Didalamnya, petugas siaga untuk membantu pengunjung. Seingat saya, masjid ini buka pukul 04.00-08.00 lalu pukul 11.00-16.00 dan 17.00-20.00.

Saya sebagai orang awam yang tidak terlalu memahami kebudayaan, kurang menikmati museum radya pustaka. Sekedar menjawab penasaran karena itu museum tertua di Indonesia. Tempatnya cukup nyaman, tidak terlalu luas, dengan koleksi berupa keris, wayang, hingga kartu pos yang tidak terlalu banyak. Mengelilinginya mungkin hanya perlu waktu sekitar setengah jam. Sedangkan museum tumurun adalah museum modern yang memiliki tema berbeda dalam setiap periode waktu, bisa cek di https://www.instagram.com/tumurunmuseum/

Lalu, waduk cengklik itu paling bagus dikunjungi sore agar bisa menikmati pemandangan matahari terbenam. Ada banyak sekali tempat makan di derah sana, karena hanya berkunjung ke satu tempat, saya tidak bisa memberi rekomendasi. Terakhir, ada kampung batik. Di Solo ada dua kampung batik yaitu Kauman dan Laweyan. Jika saya bisa membedakan, Laweyan itu lebih baik untuk belanja sedangkan Kauman lebih untuk berwisata foto-foto. 

Pada kegiatan kuliner, rekomendasi restorannya mulai dari kusuma sari sebagai restoran tua di Kota Solod engan menu yang beragam dan harga terjangkau; lalu angkringan yang berada tidak jauh dari ngarsopuro yang bisa dinikmati dengan live music pada waktu tertentu; selat solo tenda biru menyediakan selat dan berbagai macam sop khas solo seperti sop matahari, sop galantin, dsb; mandarin orion ini adalah toko roti yang spesialnya menyediakan kue lapis surabaya dan juga berbagai olahan kue, roti, dan cemilan lainnya; di Pak Manto ada berbagai menu olahan kambing seperti sate, gule, tongseng, hingga nasi goreng; dan terakhir ada timlo yang hanya buka pada malam hari. Rekomendasi yang saya dapatkan dari warga asli Solo, meskipun ada yang lebih terkenal, namun menurut saya yang ini justru lebih enak.  

Biaya yang dikeluarkan untuk wisata bisa dihitung dari tabel diatas, namun untuk transportasi disesuaikan dengan pilihan kita masing-masing. Solo bisa dijangkau dengan pesawat, kereta, bus, travel, juga kendaraan pribadi. Transportasi umum di Solo juga ada dan tergolong nyaman. Jika dihitung kasarnya, ongkos dari Jakarta dengan kereta sekitar satu juta, penginapan sekitar 300ribu, untuk makan dan wisata tanpa belanja bisa 200ribu. Bisalah dirangkum dengan estimasi biasa sekitar 1,5juta hingga 2juta.

Nah, itulah rekomendasi itinerary untuk liburan singkat di Solo. Bagi yang menginginkan info lebih rinci dan rekomendasi lainnya, bisa langsung komen dibawah ya. Terima kasih!



Salam, Nasha

6 Comentarios

  1. Saya belum pernah ke Solo mbak. Karena tidak ada saudara di sana. Saya pikir Solo bukan daerah tujuan wisata 🤭. Semoga suatu hari bisa berkunjung ke Solo

    BalasHapus
  2. Mau nambahin, Mbak. Di Solo masih ada Lokananta, De Tjolomadoe, Pasar Klewer, Sar Gede dan sekitarnya buat jajan-jajan dan kongkow bentar, kulineran bakso-baksonya, dll.

    BTW kalau suka blusukan, walking tour gitu, ngelilingi Laweyan dan Kauman aja bisa butuh waktu seharian. Ada banyak spot menarik dan bersejarah untuk difoto.


    BalasHapus
  3. Wahhh belum pernah ke Solo padahal kakekku di Jepara heheheh bisa aja mampir bentar lahh. Penasaran ama kulinernya yang katanya murah lalu beli baju batik di sana.

    BalasHapus
  4. Asyiiiik, ada itinerary Solo nih, lengkap ya. Aku pernah traveling ke Solo mampir ke Keraton Mangkunegaran dan kulineran. Tapi sayangnya aku ga kesampaian menikmati Selat Solo saking penuhnya waktu itu. Mampir ke pasar Gedhe paling hihihi.

    BalasHapus
  5. Jadi pengen ke Solo setelah Membaca itinerary ini. Pernah mampir, tapi tidak berhenti lama dan langsung melanjutkan perjalanan kembali.

    BalasHapus
  6. ini bisa jadi panduan untuk ke Solo sekalian menyiapkan budget kalau mau ke Solo. Semua tempatnya menarik untuk dikunjungi dan pasti seru banget nih buat liburan tengah tahun nanti yah

    BalasHapus

Mau nanya atau sharing, bisa disini!