• Anak & Keluarga
  • Kesehatan Mental
  • Perempuan & Pernikahan
  • Lingkungan
  • Review & Rekomendasi
Salam, Nasha

Jejak Perjalanan dan Catatan Pelajaran


Saya lupa ntah bagaimana saya sampai ke buku ini, yang jelas melalui penjelajahan di apps online shopping. Alhamdulillah..

Dari dulu saya tertarik pada negara-negara Skandinavian, walaupun belum pernah ke sana. Tapi sepertinya nyaman. Tidak terlalu heboh dan ribut tapi selalu jadi negara yang sejahtera. Negara-negaranya masuk ke deretan teratas negara dengan pendidikan terbaik, negara paling bahagia, negara dengan angka harapan hidup tertinggi. Penasaran ingin ke sana dan melihat langsung bagaimana mereka hidup. Jadi, tentu saja buku tentang parenting ala orang Denmark ini cukup menarik bagi saya hingga akhirnya saya baca, dan yes tidak salah.


Buku ini ditulis dengan proses yang panjang, dengan dilatar belakangi fakta bahwa tingkat stress pada anak-anak semakin tinggi dari waktu ke waktu, dan tingkat usia anak yang mulai terkena stress pun semakin muda. Penulis yang bersuamikan orang Denmark menyadari bahwa ada perbedaan signifikan antara ia sebagai WN Amerika dengan suaminya dalam pola pengasuhan. Dan untuk menjawab rasa penasarannya tersebut, penulis mempelajari banyak hal dari penelitian-penelitian terkait dan konsultasi dengan para pakar kejiwaan. Jadi akan banyak disebut, penelitian-penelitian yang membuktikan teori-teori pengasuhan, anak, remaja, keluarga, dsb. Sehingga, kita tidak merasa digurui oleh penulis, tapi serasa belajar bersama dengan landasan teoritis yang cukup kuat.

Singkatnya, Parenting ala Danish ini dirangkum dengan singkatan PARENT.
P untuk Playing
A untuk Auntheticity
R untuk Reframing
E untuk Emphaty
N untuk No Ultimatum
T untuk Togetherness

P untuk Playing

Di sini, ditekankan bahwa hakikat menjadi anak-anak itu ya bermain. Dan yang kita ketahui bermain pada anak-anak itu sebenarnya bukan 'sekedar' bermain. Mereka belajar banyak dari kegiatan tersebut, seperti mengeksplorasi, berusaha sendiri, fokus, bersosialisasi, menyelesaikan masalah, bertanggung jawab, dsb. Saat bermain dengan bebas, anak juga belajar mandiri memutuskan kegiatannya, mencoba hal yang ia inginkan, menanggung resiko, mengukur sendiri tingkat ketakutannya, dan mengendalikannya. Orang tua disarankan 'hanya' menyediakan lingkungan yang aman mendukung anak untuk bermain, dan membiarkan mereka melakukannya sendiri. Selain itu, para orang tua juga diharapkan untuk tidak terlalu cepat memberi bantuan serta jika ikut bermain maka bermainlah dengan sungguh-sungguh.

A untuk Authenticity

Pada bagian ini, penulis menjabarkan betapa pentingnya otentisitas atau kejujuran. Bahwa kejujuran dimulai dari diri sendiri, mengenal apa yang anak rasakan atas sesuatu tanpa perlu merasa bersalah. Dan melatih anak untuk jujur terhadap diri sendiri, dengan tidak membanding-bandingkan mereka dengan saudara ataupun temannya. Dibahas juga bagaimana orang tua mengatakan kepada anak dengan cara yang jujur, apa adanya, dan terbuka. Tentunya disesuaikan secara sederhana dengan bahasa dan pemahaman si anak. Selain itu, juga ada penjabaran bagaimana memberikan pujian yang seharusnya, yang jelas tujuan dari pujian tersebut, yang disarankan untuk berfokus pada proses ketimbang hasil.

R untuk Reframing



Reframing dimaknai dengan memaknai ulang, yang artinya bagaimana kita melihat sesuatu dengan sudut pandang yang lain. Cara pandang yang penulis tekankan disini adalah cara pandang yang lebih positif atas segala sesuatu di dalam koridor optimisme realistis, dengan mengesampingkan hal-hal negatif dan berfokus pada hal positif atas suatu kejadian. Penulis mengingatkan kita bahwa penggunaan bahasa sangat berpengaruh dalam kehidupan, meskipun kelihatannya sangat sepele. Peran orang tua yang diharapkan ialah agar tetap tenang, menggunakan bahasa yang baik tanpa melabeli perorangan melainkan hanya perilaku. Karena sesungguhnya tidak ada anak yang buruk hanya perilaku tertentu-lah yang buruk.

E untuk Emphaty



Bagian ini menekankan kita sebagai orang tua agar melatih anak-anak untuk merasakan, untuk menjadi manusia seutuhnya, dengan kualitas hubungan sosial yang lebih baik. Kenapa ini penting? Karena ternyata kemampuan ini dibutuhkan agar kita bisa lebih tangguh, mampu bertahan, dan tentunya lebih bahagia. Langkah-langkah yang dijabarkan disini antara lain dengan mengenal dan peduli atas emosi orang lain, apa yang kira-kira yang ia rasakan, dan tidak menghakimi. Berbaur dengan semua kalangan juga membantu anak agar memahami bahwa kita semua memiliki kualitas positif masing-masing dan terdorong untuk saling membantu. Dengan proses yang panjang ini, anak akan mampu bertumbuh untuk saling menghargai.

N untuk No Ultimatum



Faktanya, di Denmark hukuman fisik dinyatakan ilegal sejak 1997. Wow! Pembahasan pada bagian ini adalah saat anak-anak mulai membuat kesabaran kita mulai menipis, amarah memuncak, dan berteriak mengancam adalah hal yang terpikirkan oleh kita. Penulis mengajak kita untuk mencari alternatif lain, dengan pertama-tama tetap bersikap tenang, kemudian jelaskan aturan dengan tegas dan beri penjelasan, coba memahami dari sisi anak, dan temukan solusi. Karena kadang dalam pertengkaran dengan anak, bukannya mencari jalan keluar, kita malah fokus ke bagaimana bisa 'menang'. Dan penulis pun mengingatkan bahwa saat protes dan menyatakan keinginan, anak sebenarnya sedang berada pada tahap kemandirian dengan memiliki pemikirannya sendiri.

T untuk Togetherness



Ada salah satu kebiasaan orang Denmark yang telah menjadi gaya hidup mereka, yakni Hygge (dibaca huga) yang artinya bersantai bersama. Mereka berkumpul bersama seluruh keluarga besar untuk menikmati kebersamaan, ntah itu bernyanyi, saling membantu di pekerjaan rumah, bermain, bercengkerama, atau hanya menghabiskan waktu menikmati hidup bersama. Mereka meninggalkan segala persoalan pribadi dan berfokus untuk bersantai bersama, karena masih banyak hari untuk merasa khawatir atau stres terhadap masalah yang dihadapi. Toh terbukti, untuk menjadi personal yang tangguh di luar dan bahagia, seseorang perlu merasa terhubung, menjadi aman dalam kelompok tertentu, dan mendapatkan dukungan. Tentunya hal demikian, paling baik bersumber dari lingkungan keluarga yang bahagia.



Bagi saya pribadi, membaca buku ini seperti berkelana ke Denmark. Menyaksikan bagaimana mereka  hidup dengan bahagia. Dan sedikit-sedikit mengambil pelajaran atas apa yang mereka lakukan. Mungkin mereka sendiri tidak terlalu menyadari, sama seperti kita, bahwa kebiasaan-kebiasaan kecil yang kita lakukan membentuk bagaimana kita. Bagaimana kita memandang sesuatu, berpikir, bereaksi, mengambil keputusan, serta bertindak.

Namun yang saya sedikit sayangkan dari buku ini adalah penjelasannya yang masih kurang mendalam. Padahal penulisan buku ini sendiri membutuhkan riset yang cukup panjang. Saya akan lebih senang jika pembahasan per topiknya lebih dalam, lebih detail, tidak masalah jika buku ini menjadi sedikit lebih 'berat'. Akan tetapi secara keseluruhan, saya bersyukur dan berterima kasih kepada penulis yang telah merangkum dan menghadirkan buku ini untuk membuka pikiran saya, menambah wawasan saya, dan memberi saya cara pandang baru. Serta tentunya merekomendasikan kepada siapa saja (tidak harus orang tua) untuk membaca buku ini.

Salam, Nasha.

google-site-verification: google1e24e629bc058f50.html

Dan akhirnya saya kembali. Ntah akan dipublish atau tidak ini nantinya, saya mencoba berdamai dengan diri sendiri dan ekpektasi, tidak lagi peduli dengan apa pandangan maupun pendapat orang lain (jika memang ada). Saya sadar bahwa ini harus dimulai dengan sesuatu yang jujur terbuka apa adanya. 




Karena itu saya memperkenalkan diri dengan sebenarnya. Dimulai dengan menyatakan diri menerima status pekerjaan terbaru saya sesuai yang tertera di KTP, pekerjaan yg sejak dulu tidak pernah saya akui, namun lucunya justru ada dalam jenis pekerjaan disini.
Mengurus rumah tangga. See? Bukankah ini lucu? Bagi saya, mengurus  rumah tangga bukan pekerjaan. Hanya bagian dari tugas anggota rumah. Ntah itu tugas suami, istri, ataupun anak. Semuanya bertugas untuk ‘mengurus’ kan? Terlepas diluar sana juga sebagai pengusaha atau pegawai atau pelajar. Tapi toh malah tertulis pada kolom pekerjaan disini.
Tapi ya demikian. Alasan terbaik yang bisa saya utarakan untuk menampik adanya status tersebut.
Dan sekarang, itu menjadi status saya, bukan hanya pekerjaan, tapi juga menyangkut status sosial, kondisi umum yang cukup menggambarkan, dan akhirnya yang sekarang saya akui. Meskipun akan terus saya upayakan agar hilang dalam kolom pekerjaan disini.

Loh memangnya ada apa?
Saya bukan membenci status ibu rumah tangga. Tidak sama sekali. Yang saya tolak hanya ketimpangan bayangan dan realita saya. Kita semua punya gambaran mengenai identitas diri. Dan saya selalu membayangkan diri saya dengan identitas berupa seorang wanita sukses yg sibuk dengan jadwal yg padat mengurus semua hal, pergi ntah kemana dgan pakaian casual yg keren. Menghubungi ntah siapa di telefon. Mengirim email dengan attachment yang berderet. Memberikan instruksi dengan percaya diri dan bahasa lugas. Terlihat cerdas saat berpendapat atau berkonfrontasi. Dan itu yang saya upayakan sejak dulu sekolah, hingga bekerja, dan sebelum menikah.
Berseberangan, gambaran umum ibu rumah tangga tentunya jauh dari itu semua kan? Meskipun tidak ada yang persis tau bagaimana rupa dan aktifitas masing-masing individu meski dengan status yang sama.

Setahunan ini saya berjuang (if I can say that) untuk menerima dan menekan teriakan batin saya yg menyatakan kurang lebih, i’m much more than this. I could do those both. I could take care of everything well. Saya bisa mengurus anak dan pekerjaan sekaligus. Saya bisa mengurus anak dan mengejar mimpi juga. Saya bisa mengurus anak dan berkarya sekalian. Tp toh, sampai hari ini saya belum memiliki karya apapun dan the dream still there.

Pada masa-masa itu (mulai dari kehamilan sendirian di kontrakan, proses melahirkan, hingga mengurusi bayi dengan ilmu yang nol dan tanpa pernah sekalipun memegang bayi sebelumnya), saya berusaha menjadi manusia yang baik, mencintai dengan terbata-bata. Mulai merasa harus bertanggung jawab melakukan sebaik-baiknya, dengan mencari info sebanyak-banyaknya tentang bayi, parenting, atau apapun yg berkaitan. Membaca ntah dari buku, website di google, atau sekedar caption di instagram. Ada yang cocok, ada yang kurang cocok. Trial and error kan istilahnya. Tidak apa-apa yang penting saya berusaha.

Dalam masa-masa itu, saya masih saja mempersulit diri sendiri dengan berlagak sanggup, galau sendiri, sekaligus mencoba mencari bidang-bidang sambilan lain tanpa benar-benar melakukannya.

Tolong hentikan bayangan bahwa saya berada dalam ruangan gelap dengan rambut acak adul dan baju asal pakai itu. Karena saya sungguh terlihat baik saja. Tidak ada yang tau. Bahkan diri saya sendiri. Kecuali deretan kejadian saat saya mengumpat, menangis, membayangkan hal-hal mengerikan, berandai-andai, atau keinginan untuk berkonsultasi dengan psikolog. Selain itu, semua tampak normal. Suami saya baik meskipun kami terpisah jarak (yes, that LDM thing), bayi saya sehat dan aktif, ASI saya cukup, serta kadang saya berkumpul dan tertawa dengan teman.

Masa-masa kemudian yang saya lelah dengan semua hal, menjadi begitu lemah, moodyan dan tidak sabaran. Masa-masa kehilangan semangat hanya karena sedikit hambatan atau kekurangan penghargaan. Menangis menderita seperti korban hanya karena ada yang salah cara bicara.
Masa-masa enggan keluar, bersosialisasi (mungkin ini normalnya saya), bersembunyi, karena menganggap tidak ada hal yg bisa saya sampaikan, saya banggakan.

Sampai kemudian, proses itu membawa saya sampai ke titik tertentu. Dan disinilah saya, menyampaikan saya menerima bagaimanapun keadaan saya sekarang dengan perlahan berlapang dada. Karena saya hanya perlu bernafas, mengambil oksigen seperlunya, hembuskan, kemudian bernafas lagi. Mengambil jeda untuk benar-benar melihat, mendengar, merasakan, menikmati dengan sepenuh hati. Ternyata tak terhitung karunia yang patut saya syukuri dalam keadaan ini. Sangat banyak yang telah dan bisa akan saya lakukan dengan kondisi ini, yang mustahil saya lakukan jika tidak dalam status ini. 

Ntah akan jadi apa saya esok hari, ntah kejutan apa yang Tuhan miliki, ntah mengejar mimpi itu lagi, atau perlu beberapa revisi. Yang pasti saya menyadari, sebelum mengejar apa yang belum saya miliki, saya harus mengakui dan mensyukuri apa yang ada saat ini. Saya belajar untuk menerima semuanya, sepenuhnya dalam keadaan sehat dan bahagia. Apa lagi? Alhamdulillahirabbilalamiin..

Salam, Nasha
Sebelum bersorak-soreak gembira karena Gesang udah lulus stage 1 makanannya dengan ASI, dan setelah melalui stage 2 makanannya, saya mau flashback dulu ke hari-hari persiapan dan drama galau karena bingung belum tau apa-apa :')

Jadi gini ya rasanya kelabakan bingung apa-apa karena yaa anak pertama. Kita ibunya belum punya ilmu dan pengalaman apa-apa. Mana gak mau cuma manut ikutin yg tua-tua. Jadinya ya, cari tau kesana-kemari, tiap hari browsing, catet-catetin, bikin jadwal, revisi, bikin lagi, dst. Perjuangan juga kekeuh dengan menu yang udah dibikin dan 'melawan' komentar-komentar sekitar wkwkk. Tapi, Alhamdulillah dramanya sangat sedikit dan Gesang lahaaapp. Horee!! Ternyata gini ya rasanya ribet-ribet masak dan anak makan lahap :')

Sebelum bahas menu makanannya apa aja, boleh disimak dulu sedikit penjelasan tentang MPASI yaa. Opsi-opsi cara yang mesti dipilih dan bikin drama :")

Menu Tunggal vs Menu 4 Bintang

Istilah ini mungkin sudah cukup familiar ya di kalangan buibu sekarang. Singkatnya, Menu Tunggal itu adalah menu makanan yang hanya terdiri dari satu jenis bahan makanan. Biasanya dalam penyajian bisa ditambah lemak tambahan seperti EVOO (Extra Virgin Olive Oil) atau UB (Unsalted Butter) dan juga ASIP alias ASI Perah. Sedangkan menu 4 bintang adalah menu makanan yang terdiri dari empat bahan makanan karbohidrat, protein nabati, protein hewani, dan sayuran. Nah, sebenarnya dari panduan WHO gak ada penjelasan tentang menu ini. Karena sederhananya gini, bayi itu diberi MPASI saat telah berusia 6 bulan karena dianggap memiliki pencernaan yang mumpuni untuk mengolah makanan dan karena kandungan nutrisi di ASI sudah tidak lagi mencukupi kebutuhannya, seperti yang tergambar di tabel ini.

Pict Source: https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fnut.2016.00041/full
Mau langsung Menu 4 Bintang, supaya gak ada nutrisi yang terlewatkan dalam satu hari, silahkan.
Mau coba Menu Tunggal dulu, supaya tau reaksi anaknya gimana, silahkan.
Kalau Gesang, saya memang kasih Menu Tunggal dulu. Karena pengen tau aja gimana reaksi dari masing-masing bahan makanan itu. Alhamdulillah sih, Gesang gak sembelit, dan memang ada pengaruh bahan makanan ke kotorannya. Seperti, kotoran yang akan berwarna cenderung bata keunguan setelah konsumsi buah naga. Dan dalam penyusunan menu ini, diperhatikan ya buibu bahan-bahan makanannya tinggi atau rendah serat, supaya bisa dikombinasikan.

Disuapin apa Langsung Suap Sendiri

Nah ini kegalauan kedua. Mau disuapin dulu aja apa coba langsung kasih suap sendiri. Bahasa kerennya, mau spoon feeding atau baby led weaning. Metode Baby Led Weaning (BLW) ini dimulai sekitar 15 tahun yang lalu dan semakin populer belakangan ini. Praktiknya biasanya makanan diberi dengan potongan yang sesuai dengan ukuran genggaman tangan bayi. Ini untuk melatih kemandirian dan juga kemampuan motorik anak. Pemberian makanannya pun dibarengi dengan jam makan anggota keluarga lain dirumah. Jadi perlakuan kebiasaan makannya sama. Anak pun belajar lebih cepat megenai kebiasaan makan, kapan ingin makan, kapan berhenti, dan bisa menentukan porsi makannya sendiri. Kekurangan dari BLW ini antara lain resiko bayi tidak mendapakan nutrisi lengkap yang dibutuhkan. banyak makanan yang terbuang, dan meningkatnya resiko tersedak. Sehingga, banyak ahli yang menyarankan untuk memulai BLW pada anak usia 8 bulan saja.

Dengan beragam kegalauan dan pertimbangan, akhirnya saya memutuskan untuk memilih metode spoon feeding alias menyuapi dulu Gesang. Karena bentuk makanannya masih berupa pure, dan juga bubur saring. Selain itu, dengan metode ini porsi makan anak jadi lebih 'tampak' dan resiko tersedak dan makanan terbuang juga menurun.

Berapa Banyak dan Makan Apa Aja

Kegalauan yang sulit menemukan obat adalah bagian ini. Karena, kita makan aja susah ngira-ngiranya apalagi bayi keci mungil gitu. Ada yang pakai timbangan, ada yang pakai gelas takar, ada yang ngira-ngira aja. Kalau saya termasuk ke tim yang mengira-ngira. Kebanyakan gapapa deh, selagi dia masih mau dan belum kenyang. Tapi, kalau ada sisa ya saat itu mikirnya, toh kalau gak abis bisa saya yang abisin ^.^"

Karena bentuk makanan awal Gesang adalah pure, maka pemberian makanannya juga lebih mudah dengan menggunakan sendok dan langsung disuapi ke Gesang. Namun, untuk selingan agar ia belajar, saya memberi snack/ biskuit diantara jadwal makannya.

Peralatan 

Kalau ini, yang paling menguras tenaga, pikiran, dan juga kantong wkwkk. Karena, ternyata, banyak bangeeeettt peralatan MPASI ini. Kalau ngobrol masalah ini, sma orang tua dekade sebelumnya, so pasti akan bingung dan ngomel sambil bertnya-tanya, ini apasih, macem-macem aja anak-anak sekarang.

Dari sekian banyak peralatan tersebut, dan yang 'hanya' akan digunakan beberapa bulan (dengan asumsi usia 1 tahun, anak sudah mengkonsumsi makanan keluarga), akhirnya saya memutuskan untuk membeli peralatan-peralatan sebagai berikut:

- High Chair Baby Safe 3 in 1



High Chair ini termasuk barang yang cukup lama masa 'galau'nya. Dari jawab pertanyaan, perlu gak sih high chair, kursi buat makan doang? Kan bisa sambil duduk lesehan aja, atau di baby walker aja, atau di baby hammock nya? Akhirnya dari beragam pertanyaan dan keraguan itu, saya dapat jawaban. Ya, perlu. Supaya Gesang terbiasa memisahkan aktifitas makan dengan aktifitas lainnya seperti bermain. Gesang perlu dibiasakan untuk tertib (jangan kaya emaknya, yang kalau mau makan mesti puterin film yang bagus duluu ><"), jadi mudah-mudahan dengan begini Gesang jadi terbiasa teratur, oh ini lagi makan, oh kalau makan tempatnya disini, tata caranya begini.

Kegalauan selanjutnya adalah memilih high chair yang mana. Karena ada buanyak banget model high chair ini. Jadi mesti pilih mana yang paling sesuai sama kebutuhan dan sama kantong juga wkwk. Akhirnya pilihan saya jatuh ke High Chair Baby Safe HC04 3 in 1 ini. Chair ini bisa berfungsi sebagai high chair, booster seat, dan separable chair yang dipisah gitu meja dan kursinya. Estimasinya sih bisa kepake lamaa. Ada produk-produk lain yang harganya diatas ini, tapi gak bisa dipisah untuk jadi meja kursi, atau gak bisa difungsikan jadi booster seat, jadi kalau mau dibawa kemana-mana ya ribet sendiri. Kalau produk ini, mau dibawa ya tinggal jadiin booster seat terus naikin ke mobil deh. Lebih ringkas. Terus, ada bantalan busa dan tali pengamannya juga. Jadi, untuk manfaat dan biayanya menurut saya ini barang sangat worth! Recommended deh!

- Manual Food Processor Berz 7 in 1





Untuk food processor, kegalauan berikutnya adalah pilih yang manual atau yang otomatis. Kan ada tuh beberapa produk yang bisa langsung fungsi kukus (steamer) serta fungsi melumatkan (blender/ grinder). Simple. Tapi ya, selain harganya mahal, listriknya juga mayan -o-" Dan setelah masa MPASI Gesang, gak tau lagi itu barang mau diapain ^^"


Akhirnya, sampai ke kesimpulan, ya udah coba aja dulu kukus kan bisa pakai panci di kompor, dan blender juga ada yang kecil. Kalau berasa ribet, ya boleh dipertimbangkan buat beli alat itu. Tapii, tetep karena saya pengen pemisahan alat-alat Gesang sama alat-alat dapur lainnya, saya beli processor yang manual. Dan pilihan saya jatuh keeee food processor keluaran Berz ini. Mungkin emang kurang familiar ya. Saya pun cuma nemu di online shop ini barang. Tapi karena review nya banyak yang bagus, dan alat-alatnya udah lengkap dalam satu kemasan (ada saringan, perasan jeruk, grinder, dsb), yasudah beli ini aja.

Daaan, setelah dijalani ya, biasa aja, gak ribet hehe. Jadi, bahan makanan yang perlu dikukus, saya kukus dulu trus baru deh diblender, trus disaring deh pake saringan yang udah termasuk dalam set Berz itu.

- Tupperware Tiwi Todz set



Pilihan alat untuk pnyajian makanan memang banyak, tapi waktu liat Tupperware ini wah bagus juga ya. Trus juga ada cup yang kecil untuk penyimpanan makanannya. Dan rasanya kalau untuk penyimpanan, Tupperware ini gak perlu diragukan lagi ya kualitasnya.

Set ini terdiri dari 1 mangkuk makan, 2 cup kecil untuk penyimpanan, 1 gelas minum yang hard spout, dan 1 sendok. Cukup. Tapi sayang, gak dilengkapi sama tas ^^" jadi kalau mau bawa-bawa ya agak ribet. Saya mesti beli lunch bag lagi buat bawa-bawanya.

Selain peralatan diatas, yang memang dibeli khusus buat Gesang, ada beberapa peralatan tambahan lainnya, antara lain:
- Panci kukus
Ini panci kukus biasa, tapi yang diameternya lebih kecil dan memang karena peruntukan hanya untuk makanan Gesang
- Magic Bullet Blender
Blender biasa tapi dengan desain seperti hand blender. Ada banyak cup baik yang tinggi maupun rendah. Juga ada yang besar dan juicer. Bagian pisau dan cup nya mudah dilepas dan dicuci, beda dengan blender biasa yang rasanya agak 'ribet' nyucinya karena besar. Terus, menggunakan cup yang kecil, diperuntukkan khusus untuk makanan/ jus Gesang. Dengan desain seperti ini, porsi bahan makanan yang sedikitpun bisa diblender dengan baik.
- Set pencuci alat makan manual (spons, sabun, dsb)
Menurut saya, perlengkapan ini adalah hal kecil tapi sering terabaikan, dan rasanya ini memang harus khusus. Supaya kotoran di peralatan makanan lain gak bercampur, contohnya minyak.

Menjelang mulai tahap MPASI, sepertinya itu dulu ya yang perlu diketahui dan dipersiapkan sebelum masuk ke bagian Menyusun Menu yang juga gak kalah ribet, tapi seruuu. Next kita akan bahas tentang menunya. Semoga membantu!

Salam, Nasha.

Siapa disini yang dari sebelum hamil moody-an tapi waktu hamil jadi moody-an bangeett? Atau ada yang pernah heran dan bertanya-tanya, ini orang hamil kenapa sih sensi banget? Atau malah ada yang beranggapan kalau perempuan hamil itu moodnya sama kaya lagi PMS alias senggol bacok? Wah..
I've been there. Pernah gak ada apa-apa tiba-tiba nangis aja terus beberapa menit setelahnya heran sendiri tadi kenapa nangis yaa..


source: cartoon-designer.com

Tapii, sebelum ngeluh sana-sini dan malah balik ngomel ke bumilnya, coba disimak dulu nih, kenapa ya bumil bisa moody-an dan sensi begitu?

1. Perubahan Fisik

Ini adalah perubahan paling kasat mata dari seorang bumil. Dan yang paling jelas tentu saja perutnya membesar. Trus, kok bisa sensi?

Nah, perubahan sedikit di tubuh aja udah bikin nyaman, sesimpel ada duri aja di kulit kita, jadi gak nyaman kan? Jadi lebih sensi kan? Jadi gak sesabar biasanya kan?
Sama aja kaya bumil, perutnya membesar, pastinya organ-organ didalamnya juga beradaptasi seperti rahim membesar yang membuat kandung kemih jadi cepat penuh alias bikin sering pipis, trus tulang belakang harus kerja ekstra menopang tubuh, jantung harus memompa darah ke wilayah yang lebih luas, dan banyak lagii. Udah pasti perubahan ini bukan hal yang mudah untuk dilewati. Tubuh sedang menyesuaikan segalanya. Puji syukur, perubahan tubuh atau istilah ilmiahnya adalah adaptasi anatomi dan fisiologis ini memang bisa ditanggung oleh tubuh perempuan, tapi bukan berarti ini jadi mudah. Perlu lebih banyak tenaga, dan kekurangan tenaga akibat perubahan fisik juga bisa mempengaruhi suasana hati. Maka olahraga bisa jadi salah satu cara mengatasi tubuh bumil supaya tetap bugar nih.

Selain perubahan itu, masih ada lagi perubahan fisik lain yang cukup terlihat dan kadang 'mengganggu' yakni pelebaran kulit yang membuat kulit lebih kering sehingga terasa lebih gatal dan bumil jadi punya keinginan untuk terus menggaruk, yang akibatnya bisa luka atau kalau tidak luka ya jadi stretch mark.  Saya sendiri mengakalinya dengan tetap menjaga kelembaban kulit. Caranya? Cukup oleskan olive oil alias minyak zaitun, setelah mandi aja juga sebelum tidur, tergantung tingkat kekeringan kulit kita masing-masing. Dengan kulit yang lembab, gak akan gatel deh ;)

2. Perubahan Hormon

Hormon yang paling drastis berubah saat hamil tentunya adalah hormon 'kewanitaan' atau disebut hormon progesteron. Apakah hanya itu? Tentu saja tidak. Ada hormon estrogen, ada hormon oksitosin untuk melahirkan, ada hormon hcg yang akan mempengaruhi pencernaan, ada hormon prolaktin untuk menyusui, dsb. Hormon-hormon ini diproduksi untuk menunjang kehamilan si ibu dengan menguatkan rahim menguatkan saat kontraksi, memproduksi air susu, dst. Nah sama halnya dengan perubahan fisik, perubahan pola kerja tubuh dalam menghasilkan hormon saat hamil itu akan membuat bumil beradaptasi yang cukup menyedot energi sehingga gampang lelah dan gampang sensi.

Tapi, bicara soal hormon yang cukup punya andil pada emosi, perasaan, atau mood, bumil wajib loh ya menjaga 'mood'nya. Kenapa? Salah satunya karena ada penelitian ilmiah yang mengungkapkan bahwa ibu yang sering stress atau merasa tertekan saat hamil cenderung akan melahirkan anak yang rewel atau sulit tenang nantinya. Nah loh. Makanya, bumil upayakan untuk tetap rileks dan happy yaa. You are the one who decide to be happy or not. Memang sih hal menyebalkan yang bikin stres itu adaaa aja. Jadi mesti pinter nih mengelola emosi dan perasaannya. Menjaga lingkungan yang kondusif juga, kalau area sekitar gak bikin positif mending menghindar sih. Demi ibu dan buah hati, lagipula dengan perasaan rileks dan happy, semua jadi lebih ringaan.

3. Kebingungan

Tingkat kebingungan akan meningkat tajam pada buibu yang hamil anak pertama. Sama kaya anak baru masuk sekolah, masih bingung, masih meraba-raba, dan perlu banyak belajar. Tapi yang bikin susah itu ya mau nanya orang tua tapi gengsi, mau nanya temen malah malu-malu, and Thank God kita berada di zaman semua bisa ditanyakan ke google dengan begitu banyak tulisan dan forum yang membantu hihii.

Saya pribadi, karena bukan tipe orang yang gampang percaya aja dan berguru sama satu orang, jadi sering banget googling. Apa-apa liat bahasan di website dokter, trus baca-baca di berbagai forum atau blog, tapi tetep masih nanya-nanya ke orang-orang tua dan konsul ke dokter juga juga kok. Dan untuk guideline saya pakai apps Baby+, yang sangat membantu dari hari ke hari perkembangan kehamilan kita. Ada artikel yang update tiap hari sesuai usia kandungan, ada video proyeksi pertubuhan bayi, pokoknya lengkap.

Jadi, buat buibu yang masih merasa bingung, well, I'll declare that you are not alone. Ada jutaan ibu didunia ini yang juga lagi bingung, takut salah, merasa gak kompeten, gagap, gak pernah tau soal kehamilan dan anak sebelumnya. Tapi selalu ingat bahwa, you are the rightest woman for your baby. Gak ada ibu yang sempurna. Dan proses keibuan ini adalah proses jangka panjang dimana kita learning by reading then doing. Ada ilmunya dulu, trus praktikin. Benar ya syukur. Salah ya bisa belajar dan kerjain lagi. Your baby will be there, waiting for you to take care of them. Selagi kita melakukan yang terbaik yang kita tau dan kita bisa, then you have no mistaken then. Luvv.

Baca lanjutan cerita tentang kehamilan lainnya disini, atau cerita melahirkan disini ya!


Salam, Nasha.
Review-an barang kebutuhan pokok bayi, yang sangat kecil kemungkinan gak digunakan, pospak alias popok sekali pakai tipe perekat yang 'katanya' premium. Barang yang cukup menguras energi dalam pencarian mana yang cocok (dan pencarian uang untuk belinya :p) dan semacam kebutuhan utama para bocil ini. Apa yang saya tulis disini murni dari pengalaman saya pribadi ya, bisa sesuai bisa nggak sama bayi lainnya.

Sebelumnya, saya menggunakan pospak ke Guna1 itu di umur dia yang udah sebulanan (kecuali pas awal pulang dari RS atau pas acara syukuran akikah dia). Itupun bukan pemakaian rutin di rumah. Kenapa? Ya, saya ngerasa gak keberatan aja dengan cuci pakaian dia. Alhamdulillah, gak tau deh kedepannya gimana, apalagi saat dia udah gak ASI Eksklusif jadi pipis dia udah najis, dan kalau dia aktif gerak kemana-mana.


Baca Juga: Rekomendasi Kado Lahiran Newborn untuk Keluarga Lengkap Paling Bermanfaat

1. Mamy Poko

Mamy Poko ini adalah pospak keluaran Unicharm, dengan variasi yang cukup banyak. Guna1 udah pernah coba semua tipenya, karena taunya cuma itu. Awal beli dulu, cuma tau merk pospak itu adalah Pampers, Mamy Poko, dan Sweety. Karena Guna1 lahirnya daerah, jadi variasi produk gak sebanyak di Jakarta ya. Waktu nyari-nyari pospak untuk newborn, akhirnya beli Mamy Poko NB Xtra Kering. Kenapa? Karena ada rekomendasi dari keluarga juga "udaah, Mamy Poko aja, bagus kok, dulu si A itu aman ajaa", dan waktu itu produk ini yang ketemu kemasan kecilnya, cuma isi 9 kalau gak salah. aman-aman aja sih, meskipun makenya gak lama. 

Selanjutnya, saat Guna1 udah mulai rutin pakai pospak di malam hari. Masih gak mau pindah ke lain hati, tapi mau yang pospaknya 'lebih bagus'. Jadi, belilah Mamy Poko Extra Soft ukuran S untuk bayi 4-8 kg (Sebenarnya ada yang tipe Extra Dry juga, tapi katanya kalau Extra Soft itu udah Extra Dry sekalian jadi lebih lengkap fiturnya). Sesuai sih, sama judulnya, Mamy Poko yang ini cukup lembut, ada wet indicatornya juga, dan pas aja dipaha Guna1 yang cenderung besar ini. Oh ya, karena produk ini juga udah Extra Dry, jadi diklaim menjaga kulit bayi tetap kering. Ditambah lagi, gambar Winnie The Pooh yang lucu ituu. Jadi Guna1 cukup lama make ini. Sampai akhirnya saya tersadar, ini popok kok tebel banget ya apalagi kalau udah ada isinya. Hm, pantesan belum BB 8 kg, Guna1 udah sempit pake yang ukuran S dan mesti ganti ke ukuran M (untuk bayi 6-11 kg)

Tapi, kecintaan saya sama Mamy Poko belum berakhir, hasil dari pencarian ke berbagai situs belanja online mempertemukan saya sama Mamy Poko Sensasi Lembut. Meskipun keluaran Unicharm dari Jepang, tapi pospak ini ternyata buatan Thailand dengan kandungan untuk penyerapan cairan, Absorbent Polymer 25.8 %. Ini semacam premium produknya Mamy Poko, katanya dengan 6 keunggulan platinum. Dan yes, ini lembut bangeet. Lebih tipis dari Mamy Poko Extra Soft. Karetnya pas, gak terlalu keras tapi juga gak bocor. Di belakangnya juga ada karet. Tapi motifnya gak Disney lagi ya, melainkan gambar Pokojang, si icon Mamy Poko itu. Sama-sama lucu kok. Dan menurutku ini udah terbaiklah. Sayangnya, produk ini jarang ada, cuma ada di apps online shop, dimana kalau beli banyak kirim ke daerah ongkirnya bikin sebel.

Tambahan info, untuk harga Mamy Poko Sensasi Lembut yang size M ini sendiri, di Lazada harga normalnya 165.000 untuk kemasan 54 pcs, jadi satuannya 3.055 yaa. Hm akan sangat melegakan kalau ada diskonan. Tenang, sering kok diskonnya, sering-sering cek aja di berbagai situs belanja.


2. Pampers

Masih penasaran karena sepengamatan saya ke supermarket ini popok paling mahal. Kok bisa mahal banget sih, apa kelebihannya? Akhirnya nyari-nyari terus deh, tapi yang tipe perekatnya. Dan ketemu lah di salah satu supermarket, kalau gak salah itu packingan isi 9 Pampers Premium Care Active Baby Taped. Wah, kebetulan nih isi dikit aja untuk menjawab rasa penasaran. Kalau dari kemasannya, pospak Pampers keluaran P&G ini buatan Vietnam dengan kandungan Absorbent Polymer 36 %.

Mari kita coba. Oke benar harga gak berdusta. Ini pospak lembuuutt dan tipis. Terus ada wet indicatornya juga. Dipake lama juga aman, gak bocor. Wah pantes agak lebih mahal ya. Tapii, gak tau kenapa pola nya ini kurang cocok di Guna1, jadi waktu saya pakein, harus berkali-kali di pas-in di pahanya. Karet belakangnya juga gak ada. Terus, apa karena ini produk lama apa gimana, barangnya keliatan agak 'lepek' gitu. Jadi saya kurang sreg aja hehe.

Akhirnya, setelah saya cek berkali-kali di situs belanja online dan kesulitan nyarinya di supermarket, saya berasumsi bahwa Pampers udah gak keluarin lagi produk ini (yang ada di pasaran saat ini hanya Pampers Premium Care jenis Pants). Ini kesimpulan saya loh ya. Karena saya pun dapetnya itu semacam sisa produk, yang sudah hampir expired. Tapi kalau masih penasaran, di Lazada terakhir update (dengan ulasan terakhir 4 tahun yang lalu) untuk Pampers Active Baby Taped isi 66 pcs harganya 156.000 yang artinya masing-masing harganya 2.363. Ternyata yang taped ini harganya jauh dibawah yang pants yaa.


3. Fitti Gold Tape

Yang menyarankan Fitti ini adalah mama! Karena katanya, saya dulu waktu bayi makenya Fitti dan jaman dulu ini yang paling bagus, tapi agak jarang sekarang karena mahal. Kata mama saya loh ya. Jadilah saya mulai search ini Fitti. Awalnya ketemu sama Fitti Day Pants, hm, gak mahal kok. dibanding sama Mamy Poko malah lebih murah ya. Coba cari yang perekat. Nah, ketemulah sama Fitti Gold Tape ini. Ternyata ini produk impornya Fitti dari China. Kemasannya huruf China semua, gak ngertiii. Tapii, ada keterangan kalau kandungannya absorbent polymernya 37.8 %.

Baiklah, kita coba beli, mumpung ada kemasan isi cuma 8, lagi gratis ongkir pula. Ternyata, ini tipiiiiss bangeeett. Saya langsung shock! wkwk. Hm, apakah dengan tipis ini daya serapnya tidak baik? Salah! Daya serap Fitti ini keren banget. Gak bocor kemana-mana. Udah gitu, lembuuut banget. Terus ada wet indicator sign nya juga. Di belakang juga ada karetnya. Di bagian perekat juga ada karetnya. Tapi gak kasar dan gak membekas ke kulit. Keren. Desainnya lucuu, gak norak, dengan gambar lumba-lumbanya gitu. Langsung deh jatuh hati. Dan langsung beli lagi yang gedean.

Harga normal di Lazada, untuk Fitti Gold Tape size M isi 44 pcs ini adalah 163.636, jadi satuannya 3.719. Duuh mahal yaa. Tapi tenaangg, ini produk sering diskon gede-gedean kok sampe 40an perseenn malah.

Baca Juga: Info Biaya SD di Solo dengan Akreditasi A, Lengkap dengan Jadwal dan Pilihan Ekskul

4. Merries Premium Tape

Sebenarnya saya agak trauma dengan Merries ini, karena dulu pernah ada yang ngasih popok Merries, hasil dari rekomendasi pun akhirnya ya saya coba. Ternyata gak cocok di kulit Guna1, malah jadi kemerahan. Tapi itu jenis Merries yang pants Good Skin sih.

Daripada terus penasaran dan tidak menuntaskan pencarian pospak ini, akhirnya pas lagi diskon saya beli Merries Premium Tape. Ternyataa beda banget antara yg Good Skin dan Premium Tape ini. Tipis? Iya. Lembut? Iya. Wet Indicator Sign? Ada. Gampang bocor? Nggak. Karet belakang? Ada. Polanya pas? Iya. Komplit. Terus ya, dipake lama pun pospak ini gak cepet bau. Dan memang menjaga kulit bayi tetap kering.

Produk dari Kao ini memang produksinya langsug dari asalnya yakni di Jepang, dengan kandungan absorbent polymer sebesar 33.5 %. Sayangnya cuma satu, harga normalnya untuk size M sebanyak 38 pcs di Lazada adalah 121.000 yang artinya satuannya adalah 3.184. Emang sih lebih murah dari Fitti, tapi diskonannya jaraang, kalaupun ada cuma sedikit wkwk.



5. Sweety Gold Comfort

Akhirnya ada produk buatan asli Indonesia dari Softex Indonesia. Horee!! Karena produk ini buatan lokal, jadi keunggulan utamanya adalah gampang didapat. Dimana-mana ada. Dan pastinya harganya lebih terjangkau. Sweety ini juga ada banyak varian, namanya sesuai sama peringkat medali yaitu Bronze - Silver - Gold.

Karena yang lain-lain tipe nya 'premium' maka saya pengen nyoba Sweety yang 'premium' yaitu Sweety Gold Comfort Tape. Berbeda dengan size M merk lain untuk anak dengan BB 6-11 kg, size M Sweety ini untuk anak dengan BB 5-10 kg. Jadi tentu saja waktu saya cobain ke Guna1 polanya lebih kecil. Tapi masih ok, karena Gesang pun belum 10 kg.

Kesan pertama pas buka, wah gambarnya Hello Kitty. Luarannya itu lembuut, tapi gak kelembutan, jadi ok. Dalemnya juga. Daya serapnya ok. Tapi karena bagian atas belakangnya gak ada karet, jadi pernah sekali waktu, Gesang pup pas lagi duduk, jadilah meluber ke atas gitu. Kalau pipis aja sih selama ini gak pernah bocor ya. Terus, kalau dibanding yang lain memang ini lebih tebal, tapi buat saya sih gak masalah, malah lebih tebel yang Mamy Poko Extra Soft.



Nah,
kalau buibu sudah memutuskan akan mencoba produk yang mana, bisa pakai voucher dibawah ini untuk belanja online di toko oren nih! Lumayan kan ada potongan :D

Selanjutnya: 

Kesimpulan

Buat saya sih, yang terbaik itu Fitti Gold Tape. Kualitas bagus dengan harga yang lebih terjangkau. Merries Premium Tape kualitasnya sama kaya Fitti, tapi ya harga pasarannya lebih mahal. Mamy Poko Sensasi Lembut juga ok, meskipun lebih tebal. Untuk harian dan pemakaian sebentar, Sweety Gold Tape juga bisa jadi pilihan. Alhamdulillah, Guna1 gak ada masalah dengan pospak-pospak tersebut. Naah, kembali lagi ke masing-masing anak dan buibu yang menentukan yaaa. Semoga membantu! ;)


Atas-Bawah: Mamy Poko Sensasi Lembut - Pampers Active Baby - Merries Premium - Fitti Gold - Sweety Gold Comfort
Setelah sekian pelukan, ternyata memang ini tidak mudah
Kembali berdamai dengan keadaan
Berteman dengan jarak dan kerinduan

Setelah pelukan kesekian, masih saja ada air mata yang tumpah
Padahal sudah beribu doa dipanjatkan
Berharap ini akan menjadi mudah

Mungkin benar yang kamu katakan, tidak sewajarnya kita seperti ini
Bersatu kemudian berjarak kemudian bersama kemudian merindu
Dalam siklus itu akan dimaklumi kita menyerah
Tapi toh kita tidak, toh kita masih berdiri tegak

Dari mana lagi sumbernya,
kalau bukan doa dan harapan kita sedikit demi sedikit mulai diijabah
Dari mana lagi asalnya,
jika bukan ada tambahan kekuatan dari Sang Maha?
Kita hanya diminta bersabar serta berserah

Dan kemudian dalam pelukan yang kesekian, kita sepaham
Dengan semua daya itu, hanya satu yang akan kita lakukan,
terus berjuang untuk menjadi lebih kuat.

Baca Juga: Tanpa List Question Before Married, Bagaimana Memutuskan Menikah

Pict Source
Waah, kalau ini part favorit nih! Yeay!! Pasti buibu udah gak sabar dibagian ini kaann. Duuhh, perlengkapan bayi itu emang lucuuu semua yaa. Tapi bingung deh, apa aja sih yang perlu dibeli?
Katanya, itu gak perlu. Tapi, ada yang bilang perlu. Mana lucu semua kaan. Duh bingung ya!

Cuma ada foto pas belanja pertama ini aja ^^"
Eits, tapi sebelum bahas ini itu, ada satu hal yang perlu buibu aware soal perlengkapan bayi, yaitu ketentuan produk bayi wajib Standar Nasional Indonesia atau SNI. Ini tertuang dalam UU No. 3 Tahun 2014 Pasal 120 Ayat 1 dan 2 (lengkapnya ini) yang intinya semua produk bayi (definisi anak usia 0-3 tahun) wajib terstandardisasi secara nasional Indonesia. Kenapa sih mesti SNI segala? Simpelnya, pemerintah ingin melindungi warganya dengan membuat ketentuan itu, jadi produsen gak seenaknya menggunakan produk-produk yang 'tidak aman'untuk bayi yang masih sensitif.

Sebelum belanja, udah diwanti-wanti dulu sama orang-orang tau supaya jangan kalap wkwk. Beli seperlunya aja dulu, tar uga bisa tambah kalau kurang, jangan sampai mubazir, makenya juga sebentar kok. Demikian kalimatnya ;D Jadii, list ini sangat subjektif dan sesuai kebutuhan, serta saya bikin dalam jumlah 'cukup' sehingga berdasarkan pengalaman, barang-barang tersebut antara lain adalaaah

PERLENGKAPAN BAYI


1. Pakaian
- Baju Lengan Pendek 6
- Celana Pop 12
- Baju Lengan Panjang 6
- Celana Panjang 6
- Singlet 6
- Popok 12
- Gurita 6
- STK (Sarung Tangan Kaki)  3
- Topi 3
- Kain bedong 12

Notes: Saya gak beli baju kutung kaena rasanya baby baru lahir belum butuh. Popok dan celana emang perlu banyak karena itu yang paling sering gonta-ganti. Kain bedong dibanyakin juga bisa dipakai untuk alas :D
Saya sempet beli jumper kutung, kjumper tangan pendek, dan sleepsuit, masing-masing 1 set. Gak kepake --'' Mulai dipakein waktu Gesang udah agak gedean, jadi udah sempit. Malah yang kutung gak kepake sama sekali --"

2. Perlengkapan Mandi
- Bak Mandi 1
- Handuk 2
- Washlap 2
- Baby Bather
- Baby Bath Top to Toe 1

Notes: Aku pilih Baby Bath Top to Toe biar lebih simpel aja, satu botol untuk rambut sama badan. Mau tambahin shampo juga silahkan. Terus, baby bather sih itu yang worth buatku. Awalnya aku mandiin Gesang diatas perlaknya aja terus dibilas di bak mandi. Tapi makin gede ya udah gak bisa --" Jadinya pake Baby Bather di kamar mandi buat sabunin dan bilas disana dulu sebelum diceburin ke bak mandi. 

3. Produk Perawatan Luar
- Minyak Telon
- Baby Lotion/ Baby Cream
- Hair Lotion
- Baby Cologne

Notes: Produk ginian mah banyak yang jual set nyaa wkwk. Tergantung emak2nya aja nih suka wangi yang mana. Dan menurut aku sih semua merk sama aja, mau yang mahal udah lolos berbagai ujian ataupun merk yang supermarket-able, selagi kulit anaknya gak sensitif dan normal yaa. Eh ya, yang kasih kado beginian juga bakal banyak kok :p

4. Peralatan Tidur
- Box Bayi
- Kasur Bayi
- Set Bantal Bayi
- Kelambu

Notes: Nah kalau box bayi ini sebenarnya opsional, ada yang bentuknya baby crib ada yang baby craddle, dsb aku pun kurang paham wkwk tapi penting menuurutku adalah bayinya nanti punya 'ruang' sendiri. Kalau box Gesang ini udah turunan dari ibunya (yeay!) tinggal dimodif dikit terus ditambahin laci-laci untuk simpen baju-bajunya. Jadi simpel. Busa beli lagi. Kelambu juga beli. Nah, kalau Gesang gak aku kasih bumper, karena... panas -.- Buat pengaman pinggir awal-awal itu aku taruhin bantal dia aja. Kembali lagi itu pilihan masing-masing yaa.

5. Penunjang lain-lain
- Perlak 2
- Kain kasa atau kapas steril
- Termometer 1
- Diaper Bag 1
- Cotton Buds
- Tisu Basah
- Kain Gendongan 1
- Kapas Bulat/ Kiloan

Notes: Itu list yangmenurutku harus ada yaa. Yang opsional sih kaya selimut dacron, tudung kelambu, detergent, gunting kuku. Itu diantara baran yang aku beli tapi gak berfungsi maksimal wkwk. Selimut dacron itu cuma dipake waktu pulang dari RS. Karena cuaca panas, jadi kalau pake itu ya jadi makin panas. Terus, tudung kelambu gak kepake sama sekali karena babynya di box kan ya, udah ada kelambu juga. Ini tergantung sih, Alhamdulillah dirumahku gak banyak serangga siliweran juga. Gegayaan beli detergen bayi ujung-ujungnya pake detergen cair biasa dirumah juga wkwk. Selain itu, aku juga beli sisir dan gunting kuku, tapi ujung-ujungnya aku pake gunting kuku yang biasa aja karena lebih tajam. Kalau yang punya bayi, agak tumpul jadi malah makin susah motongin kukunya, menurutku. Terakhir, kapas itu kalau ada mending yang kiloan sih, kita bisa takar pakenya berapa dan yaaa lebih murah dong wkwkkw

PERLENGKAPAN IBU
- Pembalut Bersalin
- Breastpad
- Gurita Melahirkan
- Stagen
- Nursing Cover
- Bantal Menyusui

Notes: Kenapa aku bikin stagen dan gurita melahirkan? Karena setelah nyoba keduanya, hari-hari setelah melahirkan itu enakan pake stagen, karena lebih kuat, sehingga kalau beraktiftas gak berasa pusing gitu. Tapi buat yang mesti make sendiri, gurita juga gapapa. Aku juga cuma sebulanan make stagen. Bantal menyusui sih yang worth buat aku, karena banyak yang bilang duh pake bantal biasa aja orang dari dulu juga gitu. Tapiii kalau udah dapet pw nya pake ini bantal, jadi terbantu banget. Jadi gak pegel, baby mau nyusu pun kita tetep betah nyusuin kan.

Pengalamanku sih, emang gak bisa kontrol diri saat belanjaa. Lucuuu aja semua. Harganya sih gak mahal ya kalau dihitung per pc. Tapiii kan kita beli lusinan, mana jenis barangnya banyak. Jadi biayanya bisa bengkak deh wkwk Terus, waktu itu aku masih mikir yang mahal adalah yang terbaik. Padahal ya belum tentu. Banyak produk yang awal-awal aku beli yang 'katanya' paling bagus yang merknya susah buat disebut dan tentunya dengan harga yang tinggi, tapi makin kesini aku cobain produk 'aman' yang lebih 'ramah'. Alhamdulillah, aman-aman aja tuh. Yang lebih mahal jelas ada keunggulannya. Tapii, kalau kita gak butuh 'keunggulan' itu ya buat apa? Yang penting perhatiin SNI-nya, kandungannya, nyaman di baby-nya, dst.

Dan sesungguhnya wahai buibu sekalian, selagi baby shop terjangkau ya kalau ada yang kurang atau dirasi butuh kan bisa beli lagii. Daripada mubazir kaan. Gak bisa keluar pun, kan ada handphone yang sangat memungkinkan untuk keta online shopping ;;) Juga gak perlu galau dan pusing gituu, karena kebanyakan baby shop udah menyediakan kertas list yang isinya keperluan apa aja yang mau kita beli. Jadi semacam panduan gitu untuk yang mommy-to-be. Tar tinggal ceklis-ceklis deh mana aja yang perlu, dan pelayannya biasanya mau kok untuk ditanya-tanyain. Tapi teteeep ya harus ada bekel dulu dari rumah. Cari tau. Karena yaaa namanya juga orang jualan, maunya dagangan laku banyak untung gede dong yaaa ;))
Setelah membahas berbagai kegiatan yang bisa kita lakukan dalam proses kehamilan, nah kali ini kita akan bahas seputar makanan yang 'katanya' memudahkan persalinan. Hm, apa iya beneran bisa?
Saya dapet banyak banget kalimat gini, "makan ini.. biar tar gampang lahirin anaknya." atau "minum ini, biar pas lahir anaknya...'' dst.

Hal-hal kaya gitu emang udah turun temurun, jadi wajar ya kalau orang-orang tua juga menyampaikannya ke kita sebagai anak-anak mereka. Tapii di zaman sekarang, informasi udah didapat dengan sangat gampang, alangkah lebih baiknya kalau kita sedikit kritis dan mencari pembenaran logika dan ilmiahnya. Eits, tapi jangan sampai menyinggung orang-orang tua yaa :) Kalau saya sih, selagi yang dianjurkan itu tidak membahayakan dan ada manfaatnya ya gapapa konsumsi aja :D

Nah, ini dia beberapa makanannya,

1. Susu Kedelai

Nah, anjuran ini yang pertama kali saya dapat saat sedang hamil. Selain nutrisinya yang baik, 'katanya' juga bisa bikin kuit bayi putih. Eh tapi saya dan suami kan gak putih ya.. hm..
Ternyata itu gak benar ya buibu. Menurut berbagai penelitian ilmiah, kulit bayi itu sifatnya genetis alias turunan. Jadi kalau dari orang tua nya gak putih, ya gimana anaknya bisa putih ;D kulit warna apapun sama baik kok :D

Juga, waktu konsul saya pernah nanya ini ke dokter kandungan saya, katanya untuk buibu yang hamil anak laki-laki sebaiknya konsumsi susu kedelai malah dibatasi. Kenapa? Karena ini berkaitan dengan kandungan dalam susu kedelai yang seperti hormon esterogen. Jika berlebihan kemungkinan akan menghambat hormon testosteron dan jadinya akan beresiko pada sistem reproduksinya kelak.

Tapii, bukan berarti susu kedelai jadi dihindari ya, bu. Karena susu kedelai punya segudang manfaat yang sangat baik untuk ibu dan pertumbuhan janin.

2. Kelapa Muda

Selanjutnya, air kelapa, bahkan lebih spesifik lagi air kelapa hijau. Banyak juga yang bilang kalau air kelapa bisa membuat kulit bayi mulus dan menebalkan rambutnya. Ada juga yang bilang kalau air kelapa akan menjernihkan air ketuban. Penjelasan-penjelasan ilmiah tidak ada yang membenarkan ini ya bu. Kulit dan rambut bayi itu erat kaitannya dengan faktor genetik. Dan kejernihan air ketuban berhubungan dengan cukup tidaknya oksigen bagi si bayi, yang artinya lancar atau tidak aliran darah ke sana.

Tapiii, air kelapa terbukti mengandung banyak sekali nutrisi yang sangat baik untuk ibu dan bayi. Saya sendiri rutin meminum air kelapa hijau, bahkan setiap hari di usia kehamilan triwulan tiga. Dan memang dianjurkan dokter karena mengandung elektrolit tinggi sehingga mengurangi resiko dehidrasi ibu hamil.


3. Nenas

Kalau di usia kehamilan muda, nenas dilarang, di usia kehamilan tua, nenas malah dianjurkan. 'Katanya' bikin kulit bayi mulus dan bersih saat lahiran nanti. Memang, nenas mengandung zat yang disebut bromelain, dan ini disebut dapat memicu kontraksi, sehingga tidak dianjurkan untuk dikonsumsi saat kehamilan muda. Tentunya diperbolehkan saat mendekati HPL. Biar gampang gitu lahirannya. Padahal untuk emndapatkan efek itu, dibutuhkan sekitar 7 buah nenas sehari, yang rasanya tidak mungkin kita konsumsi sebanyak itu kan.

Untuk amannya, saya sendiri konsumsi buah nenas di triwulan tiga. Karena banyaknya vitamin yang dikandungnya, dan tentunya karena menyegarkan ;) Tapii, paling hanya satu atau dua potong sehari. Saat lahiran? Ya, alhamdulillah kulit bayi saya bersih, meskipun tentunya tidak putih ;)

4. Kacang Hijau

Kalau tadi tentang kulit, nah kacang hijau disebut-sebut dapat membuat rambut bayi hitam dan lebat. Lagi-lagi ini besar pengaruh dari faktor genetis. Meskipun bisa dipengaruhi oleh nutrisi yang masuk ke tubuh saat ibu hamil, tapi faktor terbesarnya adalah dari genetik.

Tapii, kacang hijau ini kaya akan protein, asam folat, serta nutrisi lain yang sangat baik untuk ibu dan bayi, apalagi untuk perkembangan otak. Dan juga, tidak ada batasan usia kehamilan dalam mengkonsumsi kacang hijau ini. Jadi, konsumsi kacang hijau sangat dianjurkan. Dan untuk mendapatkan nutrisi terbaiknya, dianjurkan untuk diolah menjadi bubur atau air rebusannya ya bu.

Dari kehamilan triwulan pertama, saya sudah konsumsi kacang hijau. Kadang sebagai karbohidrat pengganti nasi putih, karena kandungan gulanya yang lebih rendah namun kaya akan nutrisi. Alhamdulillah, rambut bayi saya waktu lahir sangat tebal, bahkan waktu dicukur dan ditimbang sampai 2 gram lebih, dan sampai sekarang pertumbuhan rambutnya memang cepat. Tapii, rambut ayahnya juga emang tebel banget sih ;D

5. Minyak Kelapa

Kalau minyak kelapa ini, dianjurkan saat saya sudah mendekati HPL, karena 'katanya' untuk 'memuluskan' atau 'melicinkan' jalan lahirnya si bayi. Apa iya? Tidak ada hubungannya ya bu. Karena minyak kelapa tidak akan sampai ke jalur lahir.

Tapi kalau mau konsumsi, bolehkah? Tentu saja boleh. Minyak kelapa juga punya beragam manfaat yang baik untuk ibu hamil seperti memperkuat daya tahan atau imun tubuh ibu, mengurangi rasa mual, juga membantu melembabkan kulit.

6. Kopi dan Madu

Kalau yang ini, 'katanya' untuk menguatkan ibu hamil saat proses melahirkan nanti. Faktanya, kedua bahan ini konsumsinya justru harus dibatasi. Karena zat kafein dalam kopi bisa diteruskan ke janin dan ditakutkan akan mempengaruhi janin. Selain itu kafein juga dapat mempengaruhi kecepatan detak jantung ibu dan tekanan darah.

Lain halnya dengan madu, meskipun memiliki banyak sekali manfaat, namun ibu dengan BB bayi yang sudah cukup dianjurkan untuk tidak mengkonsumsi madu, karena kalorinya yang sangat tinggi.


Nah, itu beberapa makanan yang dianjurkan ke saya selama hamil. Sebenearnya hal sederhana yang perlu dipahami adalah, makanan yang masuk ke ibu akan diteruskan di saluran pencernaan. Zat dan nutrisinya diserap oleh darah, untuk selanjutnya diteruskan melalui plasenta (ari-ari) ke janin. Sedangkan, bayi itu ada dikelilingi cairan ketuban di area rahim bukan di area pencernaan. Jadi, apa yang buibu makan tidak akan masuk ke bayi. Yang masuk ke bayi adalah zat-zat nutrisi dari makanan tersebut yang telah terserap. (Ini juga berlaku untuk ASI bagi ibu menyusui)

Dan kembali lagi, semua zat makanan yang tersedia di alam itu pada dasarnya baik, tapi sangat tergantung dengan kuantitas konsumsi kita. Karena segala sesuatu yang terlalu banyak kan jadinya juga tidak baik. Lagipula, buibu tidak perlu ngebet punya anak dengan kulit yang berwarna ini, atau dengan rambut yang begini, toh yang paling penting kan ibu serta bayi sehat dan happy yaaa ;))
Selama hamil, kepentingan untuk menjaga kesehatan menjadi dua kali lipat. Karena ada si bayi nih yang sangat bergantung sama buibu sekalian. Selain menjaga pola makan dan konsumsi makanan padat gizi seperti yang dibahas sebelumnya, yang gak kalah penting adalah olahraga.
Sebenarnya tiap orang punya batas aman masing-masing untuk olahraga yang bisa dan tidak bisa dilakukan. Tapii, secara umum (dan yang sudah saya praktikkan) antara lain:

1. Senam Hamil

Nah, saya udah rutin senam hamil dari usia kandungan 6 bulan. Banyak pendapat yang bilang sih amannya itu di trimester 3 kehamilan.
Kenapa perlu? Secara garis esar sih untuk meminimalisir keluhan sakit pada tubuh saat hamil, menguatkan saat melahirkan, dan tetap bugar beraktifitas meskipun bawa bayi di perut kemana-mana ;D

Untuk senam hamil ini, yang perlu diperhatikan adalah:
- Usia kandungan, paling aman di trimester 3 karena bayi sudah semakin kuat
- Memahami kondisi fisik masing-masing
- Konsul ke dokter dulu, tanya udah amankah untuk mulai senam hamil dan ada gerakan-gerakan yang perlu diwaspadai gak
- Sebelum senam, pastikan nyamaann~
- Dan gak usah maksa. Pelam-pelan aja semampunya, yang penting teratur

Nah, saya sendiri melakukan senam hamil itu cukup dirumah saja. Bisa bebas mau kapan, pake baju apa, gak ribet mesti kemana duluu  ^o^
Caranya gimana tuh? Liatin deh di youtube, banyak banget kok video senam hamil. Kalau saya pilih senam segar mama yang ini
Kenapa? Karena videonya lengkap, terdiri dari gerakan-gerakan pemanasan, kardio, relaksasi, pendinginan, terus durasinya sesuai sama yang kita lakukan, ada keterangan manfaat masing-masing gerakan, daannn alhamdulillaahh keluhan-keluhan soal fisik saya bisa dibilang gak ada. Tetap bugar deh ^o^

2. Berenang

Sebagian orang sepertinya masih ngerii ya liht ada buibu hamil yang berenang, atau masih ada buibu yang gak berani berenang saat lagi hamil? Padahal, berenang itu merupakan salah satu olahraga yang paling dianjurkan loh, bahkan oleh Rasulullah, selain berkuda dan memanah. Karena secara kesehatan manfaatnya banyaaak banget. Tapii kalau lagi hamil kan ngeri, tar gimana gerak-geraknya? Hm, coba baca ini dulu deh, atau ini ;D

Secara garis besar, renang itu bentuk olahraga yang menggerakkan seluruh anggota tubuh, jadi insyaAllah akan membugarkan. Terus, dalam berenang sangat penting untuk mengatur pernafasan sehingga berenang jadi saranan untuk  melatih pernafasan untuk nanti melahirkan, serta menguatkan jantung yang berakibat pada pemompaan darah jadi lebih lancar terus oksigen dan nutrisi jadi makin masuk deh ke bayi.

Saya sendiri berenang saat mendekati triwulan 3, karena di usia tersebut dianggap sudah kuat dan stabil. Gak perlu lama-lama yang penting teratur. Awal-awal mulai berenang saat hamil, coba aja seminggu sekali durasi 30 menit. Lama-lama bisa ditingkatkan deh tu intnsitasnya.
Nah, anjuran dari dokter saat saya konsultasi, untuk renang bumil yang paling baik adalah renang gaya dada. Karena gerakannya cenderung tenang, dan fokus ke pernafasannya lebih stabil.

Tapii sesuai sama artikel tadi ya, ada hal-hal yang perlu diperhatikan untuk bumil yang mau berenang.

3. Jalan pagi

Kenapa saya tulis jalan pagi? Bukan sekedar jalan kaki atau joging sekalian? Karena dengan jalan pagi, kita bisa dapat olahraga dan vit D sekalian. Yeay! (maklum, hasil cek darah saat hamil, saya kekurangan vit. D ^.^")
Jadilah dokter sayapun menganjurkan untuk jalan kaki di pagi hari. Kok jalan bisa bantu persalinan ya? Penjelasan medisnya adalah karena memperbanyak jalan kaki, akan menguatkan otot kaki dan otot panggul, yang mana akan membantu persalinan nanti.

Sama halnya dengan rutin naik turun tangga dan pose squad (jongkok - berdiri), yang akan membantu menguatkan otot-otot untuk persalinan normal buibu nanti.

Waktu hamil kemarin saya rutin melakukan bentuk-bentuk olahraga tersebut. Dan alhamdulillah, berhasil lahiran normal dengan 'drama' yang pernah saya bahas disini
Dan ternyata banyak banget loh gerakan-gerakan yang 'katanya' dapat membantu buibu dalam proses persalinan normal. Walaupun sebenanrnya sejauh ini belum ada pembuktian medis terkait olahraga tertentu untuk memudahkan persalinan normal. Tapii, olahraga itu penting agar tubuh bumil tetap sehat dan bugar. Dann tubuh yang sehat, bugar itu sngat diperlukan untuk melakukan persalinan normal nantinya. Jadi, konsultasi ke dokter masingg-masing sudah amankah olahraga (biasanya dianjurkan di trimester 3) dan plis lakukan olahraga dengan rutin, ada banyak banget variasi, silahkan pilih sesuai kemauan dan kemampuan ;D

*foto gak nyambung* langitnya bagus ya btw ;p

Salam, Nasha.
"Loh, kok hamil malah diet sih?"
"Apaan sih, tau hanil malah sok-sok an diet mentingin badan mau kurus!"
Nah loh. Kira-kira gitu ya komentar yang didapat kalau buibu lagi hamil malah ngomong soal diet.
Apalagi saya yang hamil 'cuma' naik 10 kg ini ^^"
Komentarnya waktu liat kehamilan saya jadi,
"Eh hamil kok badannya gak berubah sih? Bayinya sehat gak tuh? Kecil ya?"
Apalagi kalau tau kondisinya, dengan kenaikan BB yang tidak seberapa itu saya malah ikut diet.
Yap!

Jadiii, waktu hamil Gesang kemaren, bukan hanya BB yang gak meningkat drastis, badan saya beneran gak banyak perubahan. Cuma di bagian perut aja yang keliatan. Loh kok bisa? Saya gatauu ^^" besar kemungkian sih emang faktor genetik ya. Tapi gak masalah tuh sama bayinya?
Nah, pahami dulu ya buibu kenaikan BB hamil itu untuk apa aja. Nih,
- Bayi 3 - 3.6 kg
- Plasenta 0.7 kg
- Air ketuban 1 kg
- Payudara 1 kg
- Rahim 1 kg
- Peningkatan volume darah 1.4 - 1.8 kg
- Peningkatan volume cairan 1.4 - 1.8 kg
- Cadangan lemak 2.7 - 3.6 kg

Nah, itu gambaran umumnya. Jadi gak usah khawatir, sing penting ibu dan bayinya sehaat.

Dengan informasi itu saya lumayan 'tercerahkan' tapi tetep dong masing-masing kita kan punya case tersendiri. Jadi saya tetap konsul nanyain perihal BB waktu jadwal kontrol bulanan ke dokter. Dan ternyataa.. dokter kandungannya malah menganjurkan saya diet (ini di trimester 2). Loh? Kenapa? Karena ternyata bayi dalam kandungannya cenderung besar. Daann kalau pola makan saya gak dijaga, resikonya bayi jadi terlalu besar dan akan lebih sulit nantinya untuk lahiran normal.
Gituu..
Eits! Tapi maknai dulu diet itu apa ya. Bukan diet untuk menguruskan badan yang pasti. Tapi diet jaga pola makan. Kurangi tuh konsumsi gula. Makan makanan yang padat gizi. Jadi makin bagus kan nutrisi buat bayinya.

Nah, dari situlah pencarian saya akan makanan dimulai (udah hamil aja, baru peduli soal makanan hihi). Syukurnya, sekarang untuk cari informasi itu gak susah. Apalagi udah banyak yang aware sama makanan, jadi makanan sehat itu bertebaraann.. tergantung pinter-pinternya kita nyari aja.

Pertama, kurangi yang manis-manis. Hiks. Padahal sukaa wkwk. Say no to ice cream! ;))
Lalu, kurangi makan nasi putih. Atau kalau bisa ganti nasi putih dengan kabohidrat lain. Banyak kok, seperti kentang, pasta, roti gandum, umbi-umbian, dll.
Waktu itu saya cuma makan nasi putih 1x sehari (gak afdhol aja rasanya kalo gak makan nasi putih hehe). Dan lauknya usahakan seafood segar atau daging merah olahan.
Banyakin makan sayur dan buah. Alpukat, apel, pisang, berri,
Makan kacang dan olahan biji-bijan. Oatmeal, gandum utuh, kacang ijo (bisa jadi burjo tu kan)
Ganti cemilan yang 'kurang' sehat dengan yang penuh nutrisi. Yogurt juga sangat dianjurkan loh.
Atau bisa konsumsi tambahan superfood seperti alga hijau dalam bentuk tablet.
Dan jangan lupa ya semua makanan bumil harus mateng. Karena kalau nggak, akan beresiko membawa kuman dan bakteri yang akan membahayakan.

Hm.. Apalagi sih yang baik dikonsumsi bumil?
Dokter saya waktu itu menyarankan,
Vitamin-vitamin yang sudah diresepkan (biasanya asamfolat, DHA, kalsium)
Telur 2 butir setiap hari (putihnya aja gapapa)
Ikan minimal 2x seminggu
Daging minimal 250 gram seminggu (steak okay tuh ;p)
Susu hamil 2x sehari (terserah merk apa yang penting minum hihi tapi kalau saya waktu itu milih yang udah ada dari jaman duluu, trus yang nutrisinya paling lengkap ;))

Ini bukan makanan diet hamil sih, tapi pengen posting aja wkwk ;p

Salam, Nasha.
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda

Kenalan Dulu, yuk!

Hai, aku Nasha! Aku diberkahi dengan dua guru hebat dan akan seterusnya belajar. Sedang giat tentang gracefully adulting, mindfull parenting, dan sustainable living. Kadang review tontonan, buku, dan produk yang baik juga. Semoga berguna!
PS, untuk info kerja sama, bisa email aja ya! ;)

Follow @salamnasha

POPULAR POSTS

  • Biaya yang Dibutuhkan untuk SD Swasta Rekomendasi di Jogja dan Sleman bagian Utara
  • Cara Tepat Makan Lebih Sehat Tanpa Diet Ketat
  • Menyadari Bahaya Doomscrolling hingga Mencoba Socmed Detox untuk Kesehatan Jiwa Raga
  • Table Daftar TK di Solo Raya, Lengkap sampai Kontak
  • Tips Mengurangi hingga Meniadakan Screen Time Anak, Simpel!

Hubungi Aku di sini

Nama

Email *

Pesan *

Advertisement

Label

family REVIEW lifestyle rekomendasi BUMI parenting lingkungan kesehatan mental kesehatan netflix adulting marriage rekomendasi buku

Daftar Tulisan

  • ▼  2026 (6)
    • ▼  Juni 2026 (1)
      • Menerapkan Unbothered Energy dalam Kehidupan Sehar...
    • ►  Mei 2026 (1)
    • ►  April 2026 (1)
    • ►  Maret 2026 (1)
    • ►  Februari 2026 (1)
    • ►  Januari 2026 (1)
  • ►  2025 (30)
    • ►  Desember 2025 (1)
    • ►  November 2025 (1)
    • ►  Oktober 2025 (1)
    • ►  September 2025 (1)
    • ►  Agustus 2025 (1)
    • ►  Juni 2025 (1)
    • ►  Mei 2025 (5)
    • ►  April 2025 (5)
    • ►  Maret 2025 (4)
    • ►  Februari 2025 (5)
    • ►  Januari 2025 (5)
  • ►  2024 (41)
    • ►  Oktober 2024 (4)
    • ►  September 2024 (8)
    • ►  Agustus 2024 (5)
    • ►  Juli 2024 (5)
    • ►  Mei 2024 (5)
    • ►  April 2024 (3)
    • ►  Maret 2024 (5)
    • ►  Februari 2024 (3)
    • ►  Januari 2024 (3)
  • ►  2023 (117)
    • ►  Desember 2023 (10)
    • ►  November 2023 (10)
    • ►  Oktober 2023 (10)
    • ►  September 2023 (10)
    • ►  Agustus 2023 (10)
    • ►  Juli 2023 (10)
    • ►  Juni 2023 (11)
    • ►  Mei 2023 (12)
    • ►  April 2023 (8)
    • ►  Maret 2023 (10)
    • ►  Februari 2023 (8)
    • ►  Januari 2023 (8)
  • ►  2022 (31)
    • ►  Desember 2022 (6)
    • ►  November 2022 (3)
    • ►  Oktober 2022 (4)
    • ►  September 2022 (3)
    • ►  Agustus 2022 (1)
    • ►  Juli 2022 (2)
    • ►  Juni 2022 (3)
    • ►  Mei 2022 (1)
    • ►  April 2022 (2)
    • ►  Maret 2022 (1)
    • ►  Februari 2022 (3)
    • ►  Januari 2022 (2)
  • ►  2020 (13)
    • ►  Desember 2020 (1)
    • ►  November 2020 (1)
    • ►  Oktober 2020 (1)
    • ►  Agustus 2020 (1)
    • ►  Juli 2020 (1)
    • ►  Juni 2020 (1)
    • ►  Mei 2020 (1)
    • ►  April 2020 (1)
    • ►  Maret 2020 (2)
    • ►  Februari 2020 (2)
    • ►  Januari 2020 (1)
  • ►  2019 (6)
    • ►  September 2019 (1)
    • ►  April 2019 (1)
    • ►  Maret 2019 (1)
    • ►  Januari 2019 (3)
  • ►  2018 (5)
    • ►  Desember 2018 (1)
    • ►  November 2018 (4)

BloggerHub Indonesia

Tulisanku Lainnya

Kompasiana Kumparan

Popular Posts

  • Biaya yang Dibutuhkan untuk SD Swasta Rekomendasi di Jogja dan Sleman bagian Utara
  • Review Popok Perekat (Taped Diapers) Premium: Mamy Poko, Fitti, Sweety, Merries
  • Cara Tepat Makan Lebih Sehat Tanpa Diet Ketat
  • Menyadari Bahaya Doomscrolling hingga Mencoba Socmed Detox untuk Kesehatan Jiwa Raga
  • Table Daftar TK di Solo Raya, Lengkap sampai Kontak

Trending Articles

  • Biaya yang Dibutuhkan untuk SD Swasta Rekomendasi di Jogja dan Sleman bagian Utara
  • Cara Tepat Makan Lebih Sehat Tanpa Diet Ketat
  • Menyadari Bahaya Doomscrolling hingga Mencoba Socmed Detox untuk Kesehatan Jiwa Raga
  • Table Daftar TK di Solo Raya, Lengkap sampai Kontak
  • Tips Mengurangi hingga Meniadakan Screen Time Anak, Simpel!

Copyright © SALAM, NASHA. Designed by OddThemes